Self Reward: Bikin Happy atau Malah Boros?

Table of Contents
Self Reward
Table of Contents

Kata self reward sering kita dengar, terutama setelah melewati minggu kerja yang berat. Tapi, sebenarnya self reward itu apa, sih? Apakah memang perlu dilakukan, atau cuma akal-akalan buat boros?

Yuk, MinSavvy bantu jelaskan apa itu self reward, manfaat dan cara yang benar supaya biar bisa tetap menikmati hidup tanpa boncos!

 

Apa Itu Self Reward?

Self reward adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah mencapai sesuatu, baik besar maupun kecil. Misalnya:

  • Berhasil menyelesaikan deadline kerja,
  • Konsisten bangun pagi sepekan penuh,
  • Nggak bolos olahraga sebulan.

Reward-nya  bisa macam-macam: ngopi di kafe favorit, nonton konser, beli skincare baru, atau sekadar rebahan tanpa rasa bersalah.

Self reward ini penting buat kesehatan mental karena bisa:

  • Meningkatkan motivasi,
  • Mengurangi stres,
  • Membantu menjaga semangat jangka panjang.

Menurut studi dari Psychology Today, otak kita merespons positif ketika mendapat penghargaan atas kerja keras, dan itu memperkuat kebiasaan baik yang kita bangun.

 

Apakah Self Reward Perlu?

Jawaban singkatnya: perlu, asal ada aturannya.

Self reward bisa menjadi alat untuk membangun disiplin dan menjaga keseimbangan hidup. Tapi, kalau nggak dikontrol, bisa berubah jadi impulsif misalnya selalu belanja saat tidak mood, sedih dan sebagainya.

Coba cek beberapa tanda kalau self reward kamu sudah nggak sehat:

  • Sering “menghadiahi diri” dengan barang mahal padahal keuangan lagi pas-pasan,
  • Nggak pernah menabung karena merasa butuh “healing” terus,
  • Selalu pakai reward sebagai alasan buat belanja tanpa rencana.

MinSavvy selalu ingetin, merayakan pencapaian itu nggak salah, tapi jangan sampai jadi candu sampai mengorbankan keuanganmu.

 

Cara Bijak Mengatur Budget Self Reward

Nah, biar self reward tetap jadi alat kendali diri, bukan lubang keuangan, kamu bisa coba beberapa strategi berikut:

1. Tetapkan Batas Budget

Anggarkan maksimal 5–10% dari penghasilan bulanan untuk self reward. Kalau gaji Rp5 juta, berarti sekitar Rp250 ribu – Rp500 ribu per bulan.

Kalau bulan ini nggak ada reward? Simpan anggarannya buat bulan depan atau masukin ke dana liburan. Win-win solution, bukan?

2. Pakai Sistem Tujuan

Sambungkan self reward dengan pencapaian tertentu. Misalnya:

  • Bisa nabung Rp1 juta = nonton bioskop,
  • Konsisten masak sendiri selama 2 minggu = makan di luar 1x.

Dengan begitu, reward jadi terasa “layak” dan kamu nggak asal menghamburkan uang.

3. Pilih Reward yang Nggak Selalu Mahal

Self reward tidak harus selalu berarti uang keluar banyak. Kamu bisa melakukan self reward tanpa mengeluarkan uang juga, lho!

Beberapa ide low budget:

  • Me time nonton series favorit,
  • Jalan sore di taman,
  • Bikin makanan favorit di rumah.

Ingat, intinya bukan harga reward-nya, tapi makna dan dampaknya buat dirimu.

4. Gabungkan dengan Dana Hiburan

Kalau kamu sudah punya post budgeting seperti “hiburan,” bisa gabungkan dengan anggaran self reward. Ini lebih efisien dan tidak membuat kantong bolong dua kali.

5. Evaluasi Emosi Setelah Reward

Setelah melakukan self reward, tanya ke diri sendiri:

“Apakah ini bikin aku benar-benar lebih baik, atau cuma numpang senang sesaat?”

Kalau jawabannya yang kedua, mungkin jenis reward-nya perlu diubah.

 

Intinya: Self Reward Boleh, Tapi Tetap Harus Bijak

Self reward adalah bentuk apresiasi untuk diri sendiri yang bisa sangat bermanfaat asal dikelola dengan tepat. Jangan sampai kebiasaan ini malah menjauhkan kamu dari tujuan keuangan yang lebih besar, seperti dana darurat, tabungan rumah, atau modal usaha.

Selalu ingat prinsip NgaturDuit:

“Uang boleh keluar, asal tetap tahu arah.”

Yuk, FinPals, mulai kenali pola self reward kamu. Apakah sudah sehat, atau justru butuh “dikasih jeda”?

 

Related Posts