Liburan memang penting. Selain menyegarkan pikiran, liburan juga bisa mempererat hubungan dengan keluarga atau teman. Tapi sering kali, rencana liburan justru jadi sumber stres baru karena dana yang tidak siap. Nah, biar keuangan tetap aman dan liburan tetap seru, yuk pelajari cara cerdas mengatur dana liburan berikut ini!
Mengapa Dana Liburan Perlu Direncanakan?
Sama seperti kebutuhan lainnya, dana liburan adalah pengeluaran yang perlu disiapkan sejak awal. Tanpa perencanaan yang matang, bisa saja kita terpaksa memakai tabungan darurat, kartu kredit, atau bahkan utang demi liburan. Padahal, liburan seharusnya memberi ketenangan, bukan beban baru.
Merencanakan dana liburan juga menunjukkan bahwa kita in control terhadap keuangan sendiri. Artinya, kita bisa menikmati waktu santai tanpa khawatir soal tagihan yang menumpuk setelah pulang liburan.
1. Budgeting Dana Liburan: Mulai dari Tujuan Liburan
Langkah pertama dalam menyiapkan dana liburan adalah menentukan budget liburan. Tentukan dulu:
- Tujuan dan durasi liburan
Mau ke mana? Dalam kota, luar kota, atau luar negeri? Berapa lama waktu yang dibutuhkan? - Gaya liburan
Apakah ingin gaya backpacker, budget traveler, atau liburan santai di resort? - Jumlah peserta
Apakah liburan sendiri, bersama pasangan, keluarga, atau teman?
Dari sini, kita bisa mengelompokkan perkiraan biaya menjadi:
| Komponen Biaya | Estimasi Awal |
| Transportasi | Rp1.500.000 |
| Akomodasi | Rp2.000.000 |
| Makan | Rp1.000.000 |
| Tiket wisata | Rp500.000 |
| Oleh-oleh | Rp500.000 |
| Dana darurat | Rp500.000 |
| Total | Rp6.000.000 |
Setiap orang bisa punya angka berbeda tergantung gaya hidup dan tujuan liburannya. Tapi, perhitungan kasar seperti ini bisa jadi dasar untuk budgeting awal.
2. Cara Menentukan Tabungan Dana Liburan
Setelah tahu total yang dibutuhkan, langkah berikutnya adalah menentukan target tabungan liburan.
Misalnya kamu ingin liburan 6 bulan lagi dengan kebutuhan dana Rp6.000.000, maka:
Rp6.000.000 ÷ 6 bulan = Rp1.000.000 per bulan
Jika tabungan bulanan tersebut terasa berat, kamu bisa:
- Menyesuaikan ulang destinasi atau gaya liburan
- Menambah waktu menabung menjadi 8–10 bulan
- Mencari promo transportasi atau hotel
- Mengalokasikan sebagian THR, bonus, atau cashback ke tabungan liburan
Tips dari MinSavvy:
Buat rekening khusus untuk dana liburan. Pisahkan dari rekening kebutuhan bulanan agar tidak tercampur dan mudah dikontrol.
3. Cara Hitung Dana Liburan dengan Tepat
Selanjutnya adalah cara menghitung dana liburan yang tepat dan menghindari over budget. Tahukah kamu, menghitung dana liburan tidak hanya sekadar menjumlahkan tiket dan hotel. Ada beberapa komponen yang sering luput tapi sebenarnya penting, seperti:
Biaya Transportasi
- Tiket pesawat, kereta, bus, atau bensin jika naik kendaraan pribadi
- Transportasi lokal (ojek, sewa motor, taksi, MRT)
Biaya Akomodasi
- Penginapan, termasuk pajak dan biaya tambahan
- Biaya early check-in/late check-out jika dibutuhkan
Biaya Konsumsi
- Sarapan, makan siang, dan makan malam
- Ngopi atau jajan di tempat wisata
Tiket dan Aktivitas Wisata
- Tiket masuk objek wisata
- Sewa alat atau biaya pemandu wisata
Oleh-oleh dan Belanja
- Souvenir untuk keluarga atau rekan kerja
- Belanja pribadi (baju, skincare, snack)
Dana Tak Terduga
- Biaya kesehatan
- Biaya kelebihan bagasi
- Cuaca buruk atau perubahan jadwal
Dengan memperhitungkan semuanya, kamu bisa menyusun estimasi total dana secara realistis dan menghindari biaya “kaget”.
Tips Tambahan Agar Tabungan Liburan Aman
1. Gunakan fitur autodebit
Cara pertama adalah mengaktifkan fitur yang paling ampuh di mbanking. Aktifkan fitur autodebit ke rekening tabungan liburan setiap awal bulan agar tidak lupa atau terpakai untuk hal lain.
2. Manfaatkan promo dan diskon
Situs booking tiket dan akomodasi sering memberikan promo early bird. Manfaatkan juga momen seperti Harbolnas atau Travel Fair. Jadi, kamu bisa dapatkan keuntungan lebih banyak dan budgetmu bisa dialokasikan ke hal lainnya!
3. Buat checklist perbekalan
Meski liburan adalah waktunya menikmati kuliner dan wisata, tidak ada salahnya lho kamu membawa beberapa perlengkapan kebutuhan yang bisa hemat pengeluaran. Contohnya botol minum, obat pribadi, sandal, atau jas hujan.
4. Jangan ambil dari dana darurat
Liburan bukan kebutuhan mendesak, jadi sebaiknya tidak dicampur dengan dana darurat atau dana pendidikan.
Liburan Asyik, Finansial Gak Terusik
Menyiapkan dana liburan bukan berarti membatasi kebebasan, tapi justru membuka peluang untuk menikmati liburan tanpa stres finansial. Dengan budgeting yang matang, tabungan yang konsisten, dan perhitungan realistis, kamu bisa liburan sesuai impian tanpa ganggu kebutuhan lain.
Jadi, FinPals, yuk mulai alokasikan dana liburan dari sekarang. Karena liburan seru dimulai dari perencanaan yang bijak.





