Bukan Gak Mau Qurban, Tapi…
Setiap tahun Idul Adha datang dan kita mulai melihat cerita teman-teman di media sosial ikut qurban. Ada yang posting foto kambing, ada yang share bukti transfer ke lembaga sosial. Kita pun ikut tergerak, tapi satu pertanyaan muncul:
“Aku bisa nggak ya tahun ini ikut qurban?”
Bukan karena nggak mau. Tapi kadang realita dompet berkata lain. Gaji udah habis duluan buat kebutuhan harian, cicilan, atau sekadar healing sebentar. Padahal niat qurban sudah ada sejak lama. Sayangnya, niat baik aja nggak cukup—kalau nggak ada dananya.
Qurban Itu Apa, Sebenarnya?
Secara sederhana, qurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak (seperti kambing, sapi, domba) pada Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya. Ini bentuk pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT, seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Ismail.
Hukumnya sunnah muakkad—artinya sangat dianjurkan bagi yang mampu secara finansial. Jadi bukan kewajiban, tapi juga bukan sekadar pilihan biasa. Ini ibadah yang kaya makna, sosial sekaligus spiritual.
Tujuan qurban bukan hanya untuk menyembelih hewan, tapi juga bentuk rasa syukur, solidaritas sosial, dan kedekatan kepada Tuhan.
Masalahnya: Dana Qurban Itu Gedean dari UMR

Harga hewan qurban saat ini nggak murah. Seekor kambing bisa mulai dari Rp2,5 juta–Rp3,5 juta, sementara sapi bisa di atas Rp20 juta (per 1/7 bisa patungan dengan orang lain). Angka segini tentu terasa berat kalau harus dikeluarkan sekaligus.
Yang sering kejadian:
- Gaji habis duluan buat kebutuhan pokok
- Belum punya dana darurat, apalagi dana qurban
- Merasa qurban hanya untuk “yang kaya”
Padahal, bukan masalah mampu atau tidak. Tapi lebih ke: sudah disiapkan dari jauh-jauh hari atau belum?
Yuk, Alokasikan Dana Qurban Mulai Sekarang
Kalau kamu ingin bisa ikut qurban tahun depan, kuncinya satu: rencanakan dari sekarang. Ini beberapa cara sederhana yang bisa langsung kamu terapkan:
1. Hitung Budget Qurban
Sebelum memutuskan untuk qurban, kamu perlu tentukan kamu mau qurban apa. Kemudian cari tahu harganya. Misalnya kambing Rp3 juta, maka itu target dana kamu. Jangan lupa tambahkan biaya lain jika perlu (transportasi, administrasi, dll.).
2. Bagi ke 12 Bulan
Setelah menentukan jenis hewan qurban dan mengetahui harganya, kamu perlu menyiapkan dana dan budgetnya nih. Misalnya target dana qurban Rp3 juta. Kalau mulai Januari, cukup sisihkan Rp250.000 per bulan. Terasa ringan kan dibanding keluar Rp3 juta sekaligus?
3. Buat Rekening Khusus
Selain menyiapkan dananya, kamu juga perlu siapkan rekening khusus. Biar nggak kepakai buat keperluan lain, pisahkan dana qurban dari uang harian. Kamu bisa pakai rekening tabungan kedua, e-wallet, atau amplop fisik kalau lebih suka cara manual.
4. Ikut Program Qurban Kolektif
Banyak lembaga sosial atau masjid menyediakan program qurban kolektif, di mana kamu bisa patungan 1/7 sapi dengan budget mulai dari Rp1 jutaan. Cek kredibilitas lembaganya dan pastikan transparan.
Qurban Gak Harus Mahal, Tapi Harus Disiapkan
Qurban bukan ibadah yang eksklusif buat yang bergaji besar. Siapa pun bisa berpartisipasi kalau niatnya kuat dan strateginya tepat. Jangan tunggu “ada uang lebih” karena biasanya nggak akan datang. Justru karena diniatkan dan dialokasikan, dana qurban bisa terkumpul tanpa terasa berat.
Bayangin rasa puas saat Idul Adha nanti kamu bisa bilang:
“Alhamdulillah, tahun ini aku ikut qurban juga.”
Jadi, intinya begini..
Qurban adalah momen spiritual yang bisa dinikmati siapa pun, asal dipersiapkan dengan matang. Nggak perlu nunggu jadi orang kaya, cukup jadi orang yang mau menyisihkan sedikit demi sedikit dari sekarang.
Karena ibadah nggak harus nunggu “ada uang”, tapi harus disiapkan dengan bijak.







