Dana Pendidikan Anak: Cara Menyiapkan Budget dan Menabung dari Sekarang

Table of Contents
dana pendidikan anak
Table of Contents

Merencanakan masa depan anak bukan hanya tentang kasih sayang dan perhatian, tapi juga soal kesiapan finansial. Salah satu hal paling penting yang sering jadi kekhawatiran orang tua adalah dana pendidikan anak.

Biaya sekolah dari jenjang TK hingga perguruan tinggi terus meningkat setiap tahun. Kalau tidak disiapkan dari awal, biaya ini bisa jadi beban besar yang mengganggu keuangan keluarga. Maka dari itu, penting untuk tahu berapa budget dana pendidikan yang dibutuhkan dan bagaimana cara menabung dana pendidikan anak secara efektif.

 

Kenapa Dana Pendidikan Anak Harus Disiapkan Sejak Dini?

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia bisa mencapai 10% per tahun, tergantung jenjang dan jenis sekolah. Itu artinya, jika hari ini uang pangkal SD swasta sebesar Rp10 juta, lima tahun lagi bisa menyentuh lebih dari Rp16 juta. Belum lagi biaya seragam, buku, ekstrakurikuler, dan uang bulanan.

Kalau tidak direncanakan, dana pendidikan bisa menggerus tabungan lain, bahkan membuat orang tua terpaksa berutang. Padahal, dengan perencanaan yang tepat, semuanya bisa diatur sejak sekarang. Kuncinya: memulai lebih awal dan menabung secara konsisten.

 

Cara Menghitung Budget Dana Pendidikan Anak

Sebelum mulai menabung, tentu kamu harus tahu dulu kebutuhan biayanya secara realistis. Berikut langkah sederhana menghitungnya:

a. Tentukan Jenjang dan Jenis Sekolah

Apakah anakmu akan sekolah di negeri atau swasta? Di dalam negeri atau luar negeri? Jenis sekolah ini sangat memengaruhi estimasi biaya.

Misalnya:

JenjangSekolah NegeriSekolah Swasta
TKRp3–5 juta/tahunRp8–15 juta/tahun
SDRp1–3 juta/tahunRp10–25 juta/tahun
SMPRp2–5 juta/tahunRp12–30 juta/tahun
SMARp2–6 juta/tahunRp15–35 juta/tahun
KuliahRp5–15 juta/tahun (PTN)Rp25–100 juta/tahun (PTS)

Catatan: Biaya bisa berbeda tergantung lokasi dan sekolah.

b. Hitung Total Biaya Hingga Lulus

Contoh: Jika kamu memilih SD swasta dengan biaya Rp20 juta/tahun, dan anak akan sekolah selama 6 tahun, maka totalnya Rp120 juta (belum termasuk inflasi).

Tambahkan estimasi inflasi 10% per tahun. Gunakan kalkulator dana pendidikan atau aplikasi keuangan untuk menghitung lebih akurat.

c. Bagi ke dalam Target Tabungan Bulanan

Misalnya, kamu butuh Rp120 juta dalam 6 tahun. Maka, kamu perlu menabung sekitar Rp1,7 juta per bulan (tanpa bunga/investasi). Jika kamu memilih instrumen investasi, jumlah bulanannya bisa lebih ringan.

 

Cara Menabung Dana Pendidikan Anak

Sekarang, setelah tahu estimasi kebutuhan, saatnya menyusun strategi nabungnya. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan:

a. Buat Rekening atau Pos Khusus Dana Pendidikan

Pisahkan dana pendidikan dari keuangan harian. Kamu bisa buka rekening tabungan terpisah, atau gunakan aplikasi budgeting yang bisa membagi pos keuangan.

b. Manfaatkan Instrumen Investasi

Kalau targetnya jangka panjang (lebih dari 5 tahun), simpan dana pendidikan di instrumen yang memberikan hasil lebih tinggi daripada tabungan biasa, seperti:

  • Reksa dana pendidikan: Cenderung aman dan cocok untuk pemula.
  • Obligasi negara ritel (ORI/Sukuk Ritel): Return lebih tinggi dari deposito, risiko rendah.
  • Deposito berjangka: Cocok untuk dana pendidikan jangka pendek (misalnya TK atau SD).

Hindari menaruh dana pendidikan di instrumen berisiko tinggi (saham, kripto) jika belum punya pengetahuan cukup.

c. Otomatiskan Tabungan

Gunakan fitur autodebit dari rekening gaji agar dana langsung disisihkan setiap bulan tanpa harus mikir lagi. Ini mempermudah konsistensi menabung.

d. Tambahkan Bonus atau THR ke Tabungan Pendidikan

Setiap dapat rezeki tambahan (bonus, THR, cashback besar), sisihkan sebagian untuk mempercepat pencapaian target.

 

Tips agar Konsisten Menabung Dana Pendidikan

Menyiapkan dana pendidikan anak bukan soal besar kecilnya penghasilan, tapi tentang komitmen dan konsistensi. Berikut beberapa tips dari MinSavvy:

  • Mulai dari nominal kecil. Jangan tunggu mapan dulu, mulai dari Rp100 ribu pun tidak apa-apa.
  • Pantau dan review berkala. Cek tiap 6 bulan, apakah target masih relevan dan tercapai?
  • Libatkan pasangan. Keputusan keuangan keluarga sebaiknya dibicarakan bareng, supaya ada dukungan dua arah.
  • Hindari utang konsumtif. Fokus pada prioritas keuangan yang penting dulu, termasuk pendidikan.

Rekomendasi Tools untuk Membantu

Ada beberapa tools yang bisa bantu kamu merencanakan dan menabung dana pendidikan dengan lebih mudah:

  • Kalkulator Dana Pendidikan: Tersedia di banyak aplikasi finansial seperti Finansialku, Bareksa, atau marketplace keuangan.
  • Aplikasi Budgeting: Gunakan seperti Spendee, Money Lover, atau bahkan spreadsheet pribadi.
  • Fitur Reksa Dana Otomatis: Beberapa aplikasi (seperti Bibit dan Ajaib) punya fitur autodebit + auto-invest.

Saatnya Take Action, Demi Masa Depan Anak!

Menyiapkan dana pendidikan anak memang bukan hal yang ringan. Tapi kalau dimulai dari sekarang, dilakukan secara terencana dan konsisten, beban itu bisa jadi lebih ringan.

Ingat, pendidikan anak adalah investasi jangka panjang. Bukan cuma tentang biaya sekolah, tapi tentang membuka peluang dan masa depan yang lebih cerah. Yuk, mulai sisihkan sedikit demi sedikit dari sekarang!

Mau mulai budgeting dana pendidikan anak tapi bingung dari mana? Follow @ngaturduit.id dan temukan tips sederhana, praktis, dan relatable bareng MinSavvy!