Dari Permen ke Miliaran Dolar
Siapa sangka, bocah kecil dari Omaha yang dulu jualan permen dan koran kini jadi salah satu orang terkaya di dunia. Warren Buffett, atau yang dikenal sebagai “Oracle of Omaha”, memulai perjalanan finansialnya sejak usia 11 tahun dengan membeli saham pertamanya. Kini, di usia 94 tahun, ia memiliki kekayaan sekitar $169 miliar dan baru saja mengumumkan akan pensiun dari jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025.
Filosofi Investasi: Sederhana Tapi Ampuh
Buffett dikenal dengan pendekatan investasi nilai (value investing) yang dipelajarinya dari Benjamin Graham. Prinsipnya sederhana: beli saham perusahaan bagus saat harganya di bawah nilai intrinsiknya. Beberapa investasi terkenalnya termasuk Coca-Cola, Apple, dan GEICO. Misalnya, investasi di Apple yang dimulai pada 2016 tumbuh dari $35 miliar menjadi $173 miliar pada 2023 .
Gaya Hidup: Sederhana ala Miliarder
Meski bergelimang harta, gaya hidup Warren Buffett jauh dari kata mewah. Ia masih tinggal di rumah yang dibelinya seharga $31.500 pada 1958 di Omaha . Sarapan favoritnya? McDonald’s dengan segelas Coca-Cola. Mobilnya pun bukan supercar, melainkan Cadillac XTS seharga $45.000 . Bagi Buffett, kebahagiaan bukan soal barang mewah, tapi menjalani hidup dengan cara yang membuatnya nyaman.(Moneywise)
Kesalahan yang Jadi Pelajaran
Tak semua keputusan Buffett berbuah manis. Ia pernah menyebut akuisisi Dexter Shoe sebagai kesalahan terbesarnya karena menyebabkan kerugian besar . Namun, dari kesalahan itulah ia belajar pentingnya memahami bisnis sebelum berinvestasi. Baginya, setiap kegagalan adalah pelajaran berharga dalam perjalanan finansial.
Warisan dan Filantropi
Buffett berkomitmen menyumbangkan 99% kekayaannya untuk kegiatan amal. Ia mendirikan The Giving Pledge bersama Bill Gates, mengajak miliarder lain untuk berkomitmen menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka . Anak-anaknya pun diajarkan untuk hidup sederhana dan mandiri, tanpa mengandalkan warisan.
Pelajaran dari Sang Oracle
Warren Buffett membuktikan bahwa kekayaan sejati bukan hanya soal angka di rekening, tapi bagaimana kita menjalani hidup. Dengan prinsip investasi yang konsisten, gaya hidup sederhana, dan komitmen untuk memberi, ia menjadi contoh bahwa kesuksesan finansial bisa dicapai tanpa mengorbankan nilai-nilai pribadi.
baca juga: kegiatan liburan yang gak bikin dompet tetap senang!







